Dalam proses reparasi mesin cuci, ia banyak mengobrol dengan pemilik mesin cuci. Saat itu, banyak usaha laundry yang mengeluh terbatasnya mesin cuci berkapasitas besar. Meskipun ada, harganya selangit. Padahal dengan melihat komponen mesin cuci, Ashari memperkirakan harganya bisa lebih murah 30%-50%. Ia lalu mencoba-coba membuat pengering pakaian dari boks bekas almari pakaian.
Iseng-iseng ia juga menawarkan produk pengering dan mesin cuci ke rumah sakit, hotel, yang memiliki jasa laundry. Meski awalnya banyak yang meragukan, tetapi dengan jaminan perawatan gratis, akhirnya banyak yang mau. Sejak saat itu mulai banyak pesanan dari berbagai daerah.
Sebagian besar pesanan mesin cuci dan mesin pengering adalah mesin dengan kapasitas cucian 16 kilogram ke atas. Kapasitas sebesar itu yang dibutuhkan industri laundry, rumah sakit dan hotel karena mesin cuci kapasitas besar sangat terbatas di pasaran.
Selain memproduksi mesin cuci, bengkel Ashari juga memproduksi mesin cuci plus pemeras, mesin cuci tanpa pemeras, mesin pemeras tanpa cuci, mesin pengering, dan mesin setrika, mesin cuci karpet.
Bengkel milik Ashari kini sudah mengantongi Sertifikasi SNI-ISO atau Standar Nasional Indonesia di bawah bimbingan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Mesin bikinannya sudah lolos uji oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar